Bupati Gresik, Gus Yani, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni (RTLH), meningkatkan akses air bersih, dan memperkuat sektor pendidikan melalui pemanfaatan teknologi. Fokus ini menjadi bagian dari agenda utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor, terutama di bidang sosial dan pendidikan.
Peningkatan Kualitas Hunian Warga melalui RTLH
Penyelesaian RTLH menjadi prioritas yang mendesak mengingat kebutuhan akan tempat tinggal yang layak masih menjadi permasalahan krusial di Gresik. Gus Yani berencana untuk menyelesaikan proyek perbaikan dan pembangunan RTLH secara bertahap. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga, namun juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi di daerah terpencil dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lokal dalam proses pembangunan.
Akses Lebih Baik terhadap Air Bersih
Salah satu masalah mendesak lainnya adalah ketersediaan air bersih di Gresik. Merespons hal ini, Bupati Gus Yani berjanji untuk menambah jaringan distribusi serta memastikan kualitas air yang didistribusikan memenuhi standar kesehatan. Dengan pasokan air yang memadai, diharapkan kesehatan masyarakat bisa lebih terjaga dan produktivitas warga meningkat. Peningkatan infrastruktur untuk air bersih pun diharapkan mampu mengurangi ketimpangan akses antara kawasan perkotaan dan pedesaan.
Transformasi Edukasi Melalui Teknologi
Gresik juga akan mengalami perubahan besar dalam bidang pendidikan dengan mengadopsi teknologi sebagai bagian dari kurikulum dan sistem pembelajarannya. Gus Yani berencana untuk memperkuat kapasitas digital di sekolah-sekolah sehingga siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Pendekatan ini juga mencakup pelatihan untuk para guru dalam memanfaatkan alat-alat teknologi guna meningkatkan kualitas pengajaran.
Mengapa Fokus pada Edukasi Berbasis Teknologi?
Penerapan teknologi dalam pendidikan diharapkan mampu membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan di era digital ini. Transformasi ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi kesenjangan digital, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing global dari pemuda Gresik. Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Pendanaan dan Kolaborasi dalam APBD 2026
Untuk merealisasikan program-program ambisius ini, kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan, termasuk dengan pemerintah pusat, swasta, dan organisasi masyarakat. Alokasi APBD yang tepat dan transparan juga menjadi aspek penting guna memastikan bahwa setiap permasalahan dapat ditangani secara efektif. Gus Yani menekankan betapa pentingnya pengawasan dan evaluasi dalam seluruh proses pembangunan agar semua pihak bisa bertanggung jawab dalam penggunaan dana publik.
Kesimpulan: Menuju Gresik yang Lebih Baik
Penerapan strategi holistik ini menunjukkan visi besar Gus Yani untuk membangun Gresik sebagai wilayah yang maju dan makmur. Langkah-langkah konkrit yang diambil dalam perbaikan RTLH, peningkatan akses air bersih, dan transformasi edukasi berbasis teknologi, jika dilakukan secara konsisten, akan membawa dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Ini menandai langkah penting menuju pembenahan struktural yang dibutuhkan untuk mempersiapkan Gresik pada tantangan masa depan.
