Ketum Perbasasi Karding Tekankan Konsolidasi dan Pembinaan untuk Tingkatkan Prestasi

ketum perbasasi karding - ilustrasi berita Ketum Perbasasi Karding Tekankan Konsolidasi dan Pembinaan untuk Tingkatkan…

Ketum Perbasasi Karding terpilih 2026-2030; ia menekankan konsolidasi organisasi dan pembinaan untuk membangun ekosistem baseball serta meningkatkan prestasi.

Ketum Perbasasi Karding resmi memimpin Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia untuk periode 2026-2030. Pemilihan yang berlangsung secara aklamasi menempatkan Abdul Kadir Karding sebagai kepala organisasi, dengan komitmen awal yang jelas terhadap konsolidasi internal.

ketum perbasasi karding - ilustrasi berita Ketum Perbasasi Karding Tekankan Konsolidasi dan Pembinaan untuk Tingkatkan…

Usai terpilih, Karding menyampaikan bahwa fokus awal kepengurusan adalah memperkuat struktur organisasi sebagai dasar untuk membangun ekosistem baseball dan softball yang lebih kuat di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada acara di Tangerang, Senin (31/8).

Ketum Perbasasi Karding dalam Sorotan

Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Perbasasi untuk periode 2026-2030 berakhir dengan pemilihan aklamasi. Keputusan tersebut menempatkan Karding pada posisi strategis untuk menentukan arah pembinaan dan kebijakan organisasi selama empat tahun ke depan.

Dengan mekanisme aklamasi, penekanan yang muncul dari kepemimpinan baru adalah kebutuhan untuk segera melakukan konsolidasi internal. Sikap ini menjadi dasar yang menurut Karding wajib dilakukan sebelum menetapkan target-target prestasi jangka menengah dan panjang.

Konsolidasi sebagai langkah awal

Ketum Perbasasi Karding menegaskan bahwa kekuatan organisasi merupakan prasyarat utama. “Kalau kita tidak solid, kita tidak bisa apa-apa. Jadi kita harus solid dulu, kuat dulu. Setelah itu baru kita bisa membangun target-target prestasi,” ujarnya. Pernyataan itu menandai prioritas pada penguatan struktur, koordinasi, dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam organisasi.

Penekanan pada konsolidasi menunjukkan bahwa upaya pembinaan dan pengembangan cabang olahraga tidak bisa berjalan efektif tanpa fondasi organisasi yang kokoh. Konsolidasi dipandang sebagai langkah awal yang harus mengikat berbagai elemen di tubuh organisasi agar bergerak dalam arah yang sama.

Pembinaan sebagai fondasi prestasi

Selain konsolidasi, pembinaan atlet juga menjadi sorotan utama. Fokus pada pembinaan dimaksudkan untuk membangun ekosistem yang mendukung perkembangan pemain mulai dari tingkat dasar hingga kompetisi nasional. Pendekatan ini diarahkan untuk menjaring dan membina potensi yang dapat berkontribusi pada peningkatan prestasi di masa mendatang.

Karding menyampaikan bahwa tanpa program pembinaan yang berkelanjutan, target prestasi akan sulit dicapai. Oleh karena itu, pembinaan dipandang bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang yang membutuhkan koordinasi dan konsistensi kebijakan.

Langkah membangun ekosistem dan target prestasi

Pernyataan Ketum Perbasasi Karding menempatkan pembangunan ekosistem sebagai tujuan yang menuntut kerja bersama. Ekosistem yang dimaksud meliputi pembinaan atlet, kompetisi internal, pembinaan pelatih, serta dukungan administratif yang memadai. Semua elemen ini harus diselaraskan agar proses pembinaan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Karding mengaitkan kekuatan organisasi dengan kemampuan untuk menentukan target-target prestasi yang realistis. Kerangka kerja yang kokoh diharapkan menjadi dasar untuk menyusun program, mengalokasikan sumber daya, dan memantau perkembangan atlet dalam jangka waktu kepengurusan 2026-2030.

Tantangan yang dipandang dan harapan ke depan

Dalam sambutannya, Karding menyoroti pentingnya soliditas sebagai cara menghadapi tantangan yang mungkin muncul di tubuh organisasi dan dunia kompetisi. Konsolidasi dan pembinaan diposisikan sebagai respons strategis terhadap kebutuhan pengembangan cabang olahraga baseball dan softball di tingkat nasional.

Harapan yang disampaikan adalah terciptanya sinergi antar-pengurus, pelatih, atlet, dan pihak terkait lain untuk mewujudkan ekosistem yang produktif. Dengan pondasi organisasi yang kuat dan pembinaan yang konsisten, organisasi diharapkan mampu merancang serta mengejar target prestasi yang terukur selama masa kepemimpinan yang baru.

Pernyataan Karding di Tangerang pada 31 Agustus mencerminkan arah kebijakan awal yang menempatkan konsolidasi dan pembinaan sebagai prioritas. Langkah-langkah konkret untuk merealisasikan visi tersebut akan menjadi sorotan publik dan pelaku olahraga sepanjang periode kepengurusan 2026-2030.